Penyakit Akibat Getaran

Banyak pekerjaan di industri yang menggunakan alat-alat mekanis dan sebagian dari kekuatan mekanis ini disalurkan kepada tubuh pekerja, dalam bentuk getaran mekanis. Berbeda dengan getaran udara yang pengaruh adalah akustik, getaran mekanis mengakibatkan timbulnya resonansi alat-alat tubuh, sehingga pengaruhnya bersifat mekanis.



Efek mekanis menyebabkan selsel jaringan dapat rusak atau metabolismenya terganggu. Dalam hal ini efek mekanis dapat terjadi pada jaringan, serta rangsangan
reseptor saraf didalam jaringan. Getaran mekanis dibedakan atas getaran seluruh tubuh (whole body vibration) dan getaran alat lengan (tool-hand viobration). Masing-masing menimbulkan penyakit akibat kerja yang berbeda.



Getaran Seluruh Tubuh
Getaran pada seluruh tubuh terutama terjadi pada alat pengangkut, misalnya truk, alat-alat pengangkut pada industri, traktor-traktor pertanian dan sebagainnya. Di samping itu, getaran dari alat-alat berat dapat pula dipindahkan ke seluruh tubuh lewat getaran lantai melalui kaki. Getaran yang penting adalah getaran dari tempat duduk dan topangan kaki, karena diteruskan ke tubuh. Dalam keadaan duduk, seluruh tubuh dapat dianggap satu kesatuan massa terhadap getaran. Pada posisi tubuh yang berbeda dengan arah getaran, penghantaran getaran dapat berbeda-beda. Isi perut pada segala sikap tubuh dapat dianggap sebagi satu kesatuan terhadap getaran sampai dengan 9 Hz. Namun pada frekuensi yang lebih besar, alat- alat yang ada akan mengikuti getaran sendiri-sendiri. Efek getaran dalam tubuh tergantung dari jaringan.

Hal ini didapatkan pada frekuensi alami, yaitu 3 – 9 Hz untuk kesatuan-kesatuan bagian tubuh seperti dada dan perut. Frekuensi lebih tinggi dapat mempengaruhi alat-alat dengan frekuensi alami yang lebih tinggi pula. Leher, kepala dan pinggul, beresonansi baik terhadap getaran pada frekuensi 10 Hz. Getaran-getaran kuat dapat menyebabkan rasa nyeri yang luar biasa. Mata paling banyak dipengaruhi oleh getaran mekanis. Pada frekuensi sampai 4 Hz, mata dapat mengikuti getaran-getaran antara kepala dan sasaran, sedangkan frekuensi selanjutnya mata sudah tidak dapat mengikuti lagi. Pada frekuensi tinggi, penglihatan dapat terganggu.

Gangguan kerja oleh getaran adalah akibat gangguan menggerakan tangan dan menurunnya ketajaman penglihatan. Getaran suatu benda, misalnya alat kerja, dapat dikurangi dengan meletakkan peredam dibawah benda yang bersangkutan terhadap benda yang bergetar, asalkan frekuensi dari bahan tersebut jatuh lebih rendah dibandingkan dengan frekuensi getaran.

Getaran Mekanis pada Lengan
Ada pekerjaan-pekerjaan dalam industri, pertambangan maupun kehutanan, yang menggunakan alat-alat bergetar secara terus menerus. Misalnya pengeboran di pertambangan, gerinda pada pabrik, atau gergaji listrik pada pekerjaan di Kehutanan, dapat menimbulkan gangguan atau kelainan akibat getaran mekanis pada lengan. Gangguan-gangguan tersebut antara lain kelainan dalam peredaran darah dan persarafan, serta kerusakan pada persendian dan tulang.
Gejala kelainan pada peredaran darah dan persarafan sangat mirip dengan fenomena Raynaud. Gejala-gejala awal adalah pucat dan kekakuan pada ujung-ujung jari yang terjadi berulang dapat meluas pada kedua tangan secara asimetris. Serangan berlangsung dari beberapa menit sampai beberapa jam, dengan tingkatan yang berbeda dalam hal intensitas nyeri, kehilangan daya pegang dan pengendalian otot.

Pada kebanyakan tenaga kerja masih dapat berkerja dengan alat-alat yang menimbulkan getaran. Namun bila penyakit semakin memburuk, kapasitas kerja akan terganggu sekali. Serangan akan hilang, jika peredaran darah kembali normal.

Beberapa upaya yang dapat dilakukan antara lain :
Pemanasan tangan ke dalam air panas Pemijatan, sebaiknya dilakukan secara lembut, untuk memperlancar peredaran ke tangan serta menggerakkan tangan secara berputar.

Pengukuran Getaran di Tempat Kerja
Salah satu pengukuran lingkungan yang dilakukan di tempat kerja adalah pengukuran getaran yang dlakukan pada titik-titik yang terdapat kontak atau terdapat aktifitas dari pekerja. Pengukuran getaran dilakukan dengan menggunakan alat khusus, yaitu Vibration Meter.

Seluruh hasil pengukuran di catat dan di dokumentasikan. Berapakah nilai NAB (Nilai Ambang Batas) faktor fisika dari getaran yang diizinkan di tempat kerja? Apakah NAB itu? Berdasarkan Kepmenaker Nomor : Kep-51.Men/1999, NAB adalah standar faktor tempat kerja yang dapat diterima oleh tenaga kerja tanpa mengakibatkan penyakit atau gangguan kesehatan, dalam pekerjaan sehari-hari untuk waktu tidak melebihi 8 jam sehari atau 40 jam seminggu. Dan nilai NAB getaran alat kerja yang kontak langsung maupun tidak langsung pada lengan dan tangan tenaga kerja ditetapkan sebesar 4 meter per detik kuadrat (m/det2).



1 comments:

  lindazakiahsavitri

27 Maret, 2010 10:07

saya sangat senang menemukan blog ini..
kebetulan penelitian saya tentang persepsi pekerja hutan terhadap getaran gergaji mesin kaitannya dengan K3.. kalo boleh saya tau rujukan buku ataupun jurnalny apa saja yang harus saya baca lagi.. terimakasih

Posting Komentar

Komentar