Tidak banyak orang yang mengetahui bahwa mengendarai kendaraan sambil menelepon sama bahayanya dengan mengendarai kendaraan dalam keadaan mabuk. Seorang psikolog dari University of Utah melakukan penelitian terhadap 41 pengendara sebelum akhirnya menarik kesimpulan tersebutDr David Strayer, Psikolog dari University of Utah, melakukan penelitian yang dibagi ke dalam 4 (empat) sesi melalui simulator yang didesain sedemikian rupa sehingga mendekati kondisi jalanan sebenarnya sepanjang 24 mil. Selama tiga hari, pengendara membawa mobil dalam berbagai kondisi, setengah mabuk, setelah menyisipkan orange jus bercampur vodka. Selanjutnya dalam kondisi sambil berbicara melalui telepon, baik menggunakan hands-free ataupun tidak.
Hasil menunjukkan, dibanding pengendara dengan kadar alkohol dalam darah melebihi batas normal, pengemudi yang berbicara melalui telepon seluler memiliki kecendrungan 18% lebih banyak untuk menabrak kendaraan di depannya dan bersenggolan dengan mobil di samping belakang. Kalaupun tidak terjadi kecelakaan, laju kendaraan mereka cenderung lebih lambat sehingga mengganggu alur lalu lintas yang akhirnya menyebabkan jalanan macet. Dalam penelitian tersebut juga ditemukan bahwa sukarelawan yang menggunakan ponsel saat berkendara cenderung kehilangan konsentrasi terhadap rambu-rambu jalan dua kali lebih sering ketimbang saat mereka mengemudi tanpa menggunakan ponsel. Mereka juga terbukti lebih lambat bereaksi terhadap rambu jalan yang sempat dia lihat.
Memang telah lama ditengarai pemakaian ponsel saat berkendara berpotensi cukup besar dalam menimbulkan kecelakaan. Bahkan menurut akademisi di Monash University’s Accident Research Centre, pemakaian handsfree dinyatakan tak banyak menolong. Karena sesungguhnya otak manusia tidak didesain untuk mengemudi sekaligus berbicara melalui telepon seluler, meskipun menggunakan alat bantu seperti headset, speaker atau perangkat hands-free. Hal ini didukung oleh hasil penelitian yang menunjukkan bahwa pecahnya konsentrasi pengemudi lebih banyak disebabkan oleh isi pembicaraan di telepon daripada penyebab lain, seperti menekan-nekan tombol atau memegang ponsel. Selain itu, menelepon saat berkendara juga dapat mengurangi kemampuan anda dalam mendengar lingkungan sekitar karena anda cenderung akan memfokuskan diri ke si penelepon dan pada akhirnya dapat membahayakan si pengendara dan juga orang-orang yang berada di sekitarnya.
Karena itu, disarankan sebaiknya Anda tidak menelepon ketika tengah mengemudikan mobil. Selain hal tersebut dapat membahayakan keselamatan jiwa anda, anda juga akan mempertaruhkan keselamatan orang lain yang berada disekitar anda. Meski demikian, bukan berarti Anda dilarang sama sekali untuk melakukan pembicaraan melalui telepon ketika dalam perjalanan. Hanya saja jika keadaan memaksa Anda untuk menggunakan telepon, sebaiknya Anda menepi dan menghentikan kendaraan sejenak. Atau bicaralah seperlunya, terutama yang penting-penting saja.
(Rani Hartanti – Corp. Communication PT TMT, dari berbagai sumber)
0 comments:
Posting Komentar
Komentar